I. Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol
II. Hari/Tanggal : Kamis,
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari dilakukannya praktikum ini sebagai berikut :
1. Dapat memahami reaksi oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa.
2. Dapat memahami reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat.
3. Dapat mempelajari cara pembuatan asam benzoat dan benzil alkohol
IV. Landasan Teori
Asam benzoat adalah
senyawaa organic ayng berwujud padat memiliki warna putih dan juga memiliki bau
yang menyengat dengan titik leleh yang mencapai 122-1230C. asam benzoate
memiliki bentuk Kristal yang monoklin. Didalam kehidupan sehari-hari asam
benzoate ini banyak sekali digunakan sebagai bahan pengawet makanan dan juga
bahan obat-obatan. Benzyl alcohol jika ada suhu kamar akan berwujud cair dan
tidak berwarna. Kedua senyawa tadi bisa dibuat bersamaan dari bahan benzaldehid
yang ditambahkan dengan basa kuat lalu dipanaskan. Benzaldehid yaitu senyawa
aldehid dengan gugus fungsi karbonil yang bisa mengalami reaksi adisi
nukleofilik seperti pada OH, CN, NH3, ino C- (ion karban) dan lainnya. Ion
karban bisa didapatkan dari reaksi senyawa aldehid yang mempunyai H alfa dengan
suatu basa kuat. Jika senyawa aldehid yang tidak memunyai H alfa tidak akan
mengalami reaksi tersebut, pada penambahan basa kuat ke senyawa ini akan
terjadi reasi reduksi nantinya akan dihasilkan senyawa alcohol dan juga garam
karboksilat (Tim Praktikum Kimia Organik II, 2020).
Asam hidroksi benzoate bisa terdapat
sebagai isomer orto, meta dan para. Isomer orto merupakan asam salisilat dan
turunan-turunannya misalnya natriumsalisilat, dimana ester dari gugus
karboksilnya seperti metal salisilat dan ester dari gugus hidroksilnya seperti
asetosal. Sebagai contohnya isomer para adalah nipasol dan nipagin. Asam
benzoate adalah precursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia
lainnya. Benzyl alcohol dapat dipisahkan dari asam benzoate dengan menggunakan
metode pemisahan destilasi. Bromo benzena juga dapat diubah menjadi asam
benzoate dengan karbonasi zat antara fenil magnesium bromide. Benzil alcohol
juga bisa direfluks dengan penambahan kalium permanganate atau oksidator
lainnya dalam air (Hart, 2003).
Asam benzoat dan benzil alkohol yang dibuat dari benzaldehid yang kemudian ditambahkan dengan basa kuat dan dipanaskan. Benzaldehid
memiliki gugus fungsi karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi
nukleofilik dan nukleofil seperti OH, CN, NH3, ion C- (karban) dan
sebagainya sama seperti Nitril ataupun amida lainnya, benzonitril dan
benzamida dapat dihidrolisis menjadi asam benzoat ataupun basa konjugasi
dalam keadaan asam ataupun basa. Disproporsionasi benzaldehid yang
diinduksi oleh basa dalam reaksi cannizzaro akan menghasilkan sejumlah
asam benzoat dan benzil alkohol dengan jumlah yang sama banyak. Benzil
alkohol kemudian dapat dipisahkan dari asam benzoat menggunakan metode
pemisahan destilasi. Bromo benzena juga dapat diubah menjadi asam
benzoat dengan karbonasi zat antara fenil magnesium bromida, benzil
alkohol dapat direfluks dengan penambahan kalium permanganat ataupun
oksidator lainnya dalam air yang kemudian campuran ini disaring untuk
memisahkan mangan oksida dari campuran dan kemudian didinginkan pada
suhu ruangan untuk mendapatkan asam benzoat (Hart,2014) .
Asam benzoate adalah zat pengawet
yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoate juga biasa
disebut dengan senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini
dalam kedua makanan untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama
untuk makana yang telah dibuka kemasannya. Untuk pembatasan penggunakan asam
benzoate bertujuan supaya tidak terjadi keracunan. Konsumsi berlebihan asam
benzoate yang zecara berlebihan tidak dianjurkan dikarenakan pengawet yang
masuk kedalam tubuh kita akan bertambah dengan semakin banyak dan seringnya
mengkonsumsi, apalagi kalai dibarengi dengan konsumsi makanan awetan lainnya
yang mengandung asam benzoate. Pada manusia dosis toksiknya adalah 6mg/kg berat
badan melalui injeksi kulit tetapi untuk pemasukan melalui mulut sebanyak 5mg
sampai 10mg/hari dan selama beberapa hari asam
benzoate dalam tubuh tidak mempunyai efek negative ataupun merugikan
terhadap kesehatan (Astawan, 2015).
V. Alat dan Bahan
a.
Alat
·
Erlenmeyer 250ml
·
Labu dasar datar
300ml
·
Corong pisah
·
Pendingin air
(kondensor)
·
Labu destilasi
·
Thermometer
b.
Bahan
·
27gr KOH padat
·
29ml
Benzaldehida
·
120ml Eter
·
20ml larutan
natrium bisulfit
·
10ml larutan
natrium karbonat
·
5gr MgSO4
·
75ml asam
klorida pekat
VI. Prosedur Kerja
Adapun langkah kerja dari percobaan kali ini adalah:
1)
Dilarutkan 27 gr
kalium hidroksida padat dalam 25 ml air dalam sebuah Erlenmeyer
2)
Dituangkanan
larutan kalium kedalam labu dasar datar yang berisi 29 ml benzaldehid yang baru
di destilasi
3)
Dikocok sampai
terjadi emulsi dan diamkan selama 10jam dalam sebuah tempat tertutup
4)
Ditambahkan air
kira-kira 110 ml air untuk melarutkan endapan kalium benzoate yang terjadi
5)
Dipindahkan
larutan tadi kedalam corong pisah, kemudian ekstraksi tiga kali masing-masing
dengan 30 ml eter
6)
Di kocok
kuat-kuat dan diamkan sebentar hingga terjadi dua lapisan cairan yaitu larutan
dalam eter dan lapisan larutan dalam air.
7)
Dipindahkan
kedua lapisan tadi, kemudian dikerjakan tiap-tiap lapisan tadi melalui proses
tertentu
8)
Dimasukkan
kedalam labu destilasi ekstraksi larutan dalam eter (lapisan atas)
untukmemisahkan eternya dengan jalan destilasi, sampai volumenya tinggal 300ml
9)
Di dinginkan
sisa destilasi dan aduk beberapa kali masing-masing dengan menambahkan 5 ml
larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa benzaldehid yang masih ada
10) Dicuci dengan 10ml larutan natrium karbonat 10% ,
kemudian dikeringkan dengan menambahkan 5 gr anhidrida magnesium sulfat
11) Disaring dan destilasinya langsung ditampung dalam
labu destilasi
12) Didestilasi untuk memisahkan eter yang masih ada,
dengan memanaskannya diatas penangas air
13) Diteruskan destilasi tersebut untuk mendapatkan
destilasi benzaldehid pada temperature 200-206 oC pada wajan yang bersih dan kering
14) Bila benzaldehid yang ditampung itu tidak pada
temperature 200 oC, berarti belum murni dan perlu dimurnikan kembali dengan
mendestilasi lagi destilasi tersebut
15) Bila destilasi ditampung mendekati titik didih
benzaldehid, periksa kemurnian dengan dengan melihat indeks biasnya
16) Disimpan larutan dalam air(lapisan bawah) yaitu
kalium benzoate kedalam satu campuran 75ml asam klorida pekat dalam 75 ml air
sambil diaduk
17) Ditambahkan 100 gr es . terjadi endapan asam
benzoate, Disaring dan cuci dengan air kemudian uapkan untuk mendapatkan
Kristal asam benzoate , diperiksa titik lelehnya.
Permasalahan
1. Mengapa perlu ditambahkan larutan natrium
bisulfit sebelum di lanjutkan
di proses lebih lanjut benzyl alcohol dalam eter?
2. Mengapa perlu dilakukan
proses ekstraksi dalam
pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alkohol?
3. Reaksi apa yang akan terjadi pada saat penambahan
basa kuat jika menghasilkan senyawa alkohol dan
garam karboksilat?
Saya Erik Surya Kurniawan Nim A1C118027 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Dilakukanya Proses ekstraksi pada percobaan ini ialah bertujuan untuk memisahkan kedua jenis produk yang dihasilkan yaitu benzil alkohol dan asam benzoat. Jika proses ini tidak dilakukan maka akan sulit untuk kita memisahkan kedua jenis produk tersebut.
BalasHapusBaiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 1 menurut saya, mengapa perlu ditambahkan larutan natrium bisulfit sebelum di lanjutkan di proses lebih lanjut benzyl alcohol dalam eter karena Natrium bisulfit disini digunakan untuk mengusir sisa benzaldehid yang masih ada dan juga Natrium bisulfit digunakan terutama untuk menurunkan pH. Terimakasih 🙏🏻
BalasHapusSaya Susilawati 091 akan menjawab permasalahan no 3. Akan terjadi reaksi nuklrofilik.
BalasHapus