LAPORAN PRAKTIKUM “ UJI KARBOHIDRAT”

 VII. Data Pengamatan

8.1 Uji Molisch

NO

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.  

Digerus masing-masing bahan (1.terasi  ,2. Otot bandeng ,3. Ikan bandeng 4. Ikan rebus ) dengan menggunakan mortal lalu ditambahkan air aquades

Tujuan menggunakan mortal untuk  memperhalus sampel.

Tujuan diberikan aquades untuk melarutkan sampel.

  1. Gelas kimia 1 Sampel berwarna  coklat susu.
  2. Gelas kimia 2 sampel berwarna bening
  3. Gelas kimia 3 sampel berwarna coklat gelap
  4. Gelas kimia 4 sampel berwarna keruh

2.  

Dimasukan masng masing sampel kedalam tabung reaksi sebnayak 15 tetes , setelah itu masing-masing sampel dimasukan pereaksi molish sebanyak 3 tetes aduk hingga rata .

Pereaksi molish bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat.

  1. Tabung reaksi 1 sampel berwarna ungu
  2. Tbaung reaksi 2 sampel berwarna ungu
  3. Tabung reaksi 3 sampel berwarna coklat gelap
  4. Tabung reaksi 4 sampel berwarna kuning gelap.

3.

Kemudian tambahkan masing-masing sampel H2SO4 sebanyak 1 ml .

Tujuan diberi asam sulfat akan menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi dengan furfural yang akan membentuk senyawa ungu.

  1. Tabung reaksi 1 tebentuk cicin ungu .
  2. Taung reaksi 2 terbentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna ung dan lapisan bawah berwarna kuning , dan terdapat bentuk cicin yang menaddakan karnohidrat.
  3. Tabung reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas berwarna coklat keruh lapisan tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening.
  4. Tabung reaksi 4 terbentuk 3 lapisan lapisan bawah berwarna bening ,lapisan tengah berwarna  dan lapisan atas berwarna coklat gelap.

 

 

8.2 Uji Iodin

NO.

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1

Disiapkan 5 tabung reaksi dan dimasukkan masing-masing sampel sebanyak 5 ml

  1. amilum
  2. glukosa
  3. laktosa
  4. sukrosa
  5. fruktosa

Untuk memudahkan menguji sampel tersebut ada tidaknya karbohidrat

  1. Tabung reaksi 1 (amilum berwarna bening )
  2. Tabung reaksi 2 ( glukosa berwarna bening )
  3. Tabung reaksi 3 (laktosa berwarna bening )
  4. Tabung reaksi 4 (sukrosa berwarna bening )
  5. Tabung reaksi 5 (fruktosa berwarna bening)

2

Kemudian ditambahkan larutan iodin sebanyak 3 tetes ke dalam  masing-masing sampel, lalu diaduk

Larutan iodin bertujuan untuk menunjukkan adanya karbohidrat

  1. Tabung reaksi 1 (amilum berwarna ungu pekat)
  2. Tabung reaksi 2 (glukosa berwarna kuning bening )
  3. Tabung reaksi 3 (laktosa berwarna kuning keemasan )
  4. Tabung reaksi 4 (sukrosa berwarna kuning keemasan )
  5. Tabung reaksi 5 (Fruktosa berwarna kuning keemasan )

 

8.3 Uji Benedict

NO.

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.

Disiapkan 2 tabung reaksi yang masing-masing dimasukkan dengan benedict  ± 3 ml

Untuk persiapan pengujian benedict

Larutan benedict berwarna biru

2.

- Tabung 1 ditambahkan pereaksi glukosa ± sebanyak 1 ml

- Tabung 2 ditambahkan pereaksi Gom Arap ± sebanyak 1 ml

Untuk mengetahui golongan karbohidrat yang dapat mereduksi

-Tabung 1 : larutan berwarna biru muda

-Tabung 2 : larutan berwarna biru muda

3.

Kemudian dimasukkan tabung reaksi 1 dan tabung reaksi 2 ke penangas air ± selama 5 menit

Untuk menguji keberadaan pereduksi dalam sampel

Untuk mempercepat terjadinya reaksi sehingga akan cepat mengalami perubahan warna

-Tabung reaksi 1 : larutan berwarna merah bata

-Tabung reaksi 2 : tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna biru muda)





VIII. Pembahasan



8.1 Uji Molish

Prinsip dari uji molisch ini adalah reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat dan alfa naftol yang akan membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Dimana asam sulfat berfungsi sebagai pembentukan senyawa furfural dan sebagai agen kondensasi. Uji positif dari uji ini adalah terbentuknya cincin berwarna ungu. Hasil akhirnya yaitu :

• Tabung reaksi 1 tebentuk cicin ungu

• Taung reaksi 2 terbentuk dua lapisan, lapisan atas berwarna ung dan lapisan bawah berwarna kuning , dan terdapat bentuk cicin yang menaddakan karnohidrat.

• Tabung reaksi 3 terbentuk 3 lapisan . lapisan atas berwarna coklat keruh lapisan tengah ungu,lapisan bawah berwarna bening.

• Tabung reaksi 4 terbentuk 3 lapisan lapisan bawah berwarna bening ,lapisan tengah berwarna dan lapisan atas berwarna coklat




8.2 Uji Iodium

Pada prinsipnya, uji iodium ini digunakan untuk memisahkan amilum dan pati yang terkandung dalam larutan tersebut. Reaksinya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Warna biru yang dihasilkan merupakan hasil dari ikatan kompleks anatara amilum dengan iodin. Hasil akhir dari uji ini setelah ditambahkan 3 tetes iodin pada masing masing sampel adalah:

•Tabung reaksi 1 (amilum berwarna ungu pekat)

•Tabung reaksi 2 (glukosa berwarna kuning bening )

•Tabung reaksi 3 (laktosa berwarna kuning keemasan )

•Tabung reaksi 4 (sukrosa berwarna kuning keemasan )

•Tabung reaksi 5 (Fruktosa berwarna kuning keemasan ).


8.3 Uji Benedict

Uji Benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam larutan sampel. Prinsip dari uji ini adalah gugus aldehid atau keton bebas pada gula reduksi yang terkandung dalam sampel mereduksi ion Cu2+ dari CuSO4.5H2O dalam suasana alkalis menjadi Cu+ yang mengendap menjadi Cu2O. Suasana alkalis diperoleh dari Na2CO3 dan Na sitrat yang terdapat pada reagen Benedict. Pada uji ini menghasilkan endapan merah bata yang menandakan adanya gula pereduksi pada sampel. Hasil akhir yang didapatkan yaitu:

•Tabung reaksi 1 : larutan berwarna merah bata
•Tabung reaksi 2 : tidak terjadi perubahan warna (larutan tetap berwarna biru muda).




IX. Kesimpulan


Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan :

1. Karbohidrat terdiri dari 3 golonngan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.

2. Adapun sifat fisis dari monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organic.

3. Adapun pereaksi yang digunakan dalam uji ini yaitu pereaksi molisch, pereaksi iod dan pereaksi benedict.

4. Adapun hasil yang didapatkan pada uji karbohidrat ini yaitu pada uji molich positif mengandung karbohidrat bila terbentuk warna violet atau ungu pada tabung reaksi, pada uji iod, positif mengandung amilum (polisakarida) bila berwarna biru atau ungu pekat dan pada uji benedict positif monosakarida (glukosa) bila terbentuk larutan berwarna merah bata.


X. Daftar Pustaka

Almatsier, 2018. Kimia Dasar dan Konsep-Konsep inti edisi ketiga jilid 1. Jakarta: Erlangga

Sumardjo, 2019. Kimia Organik Jilid IV. Jakarta : Erlangga

Tim Penuntun Kimia Organik II. 2019. Penuntun Kimia Organik II. Jambi: Universitas Jambi.

Wibawa, A.A Putu Putra. 2017. Karbohidrat. Bali : Universitas Udayana.



Permasalahan
1. Apa pengaruh penambahan asam sulfat pada percobaan uji karbohidrat ini?
2. Apakah banyaknya benedict yang diberikan akan berpengaruh pada sampel?
3. Selain iod larutan ini dapat digantikan dengan betadine, mengapa hal tersebut bisa terjadi dan manakah yang lebih baik di gunakan? 





Komentar

  1. Saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1 yaitu tujuan diberi asam sulfat pada percobaan ini untuk menghidrasi karbohidrat membentuk furfural ,alfa naftanol bereaksi dengan furfural yang akan membentuk senyawa ungu. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Banyaknya jumlah reagen benedict yang ditambahkan tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan dan hasil yang didapatkan akan sama. Dimana, apabila suatu sampel yang mengandung gula pereduksi lalu ditambahkan dengan reagen benedict ini, maka akan dihasilkan perubahan pada larutan berupa terbentuknya endapan berwarna merah bata. Terimakasih.

    BalasHapus
  3. Saya adinda putri ( 008) akan menjawab permasalahan no 3 dimana fungsi antara iodin dan Betadine sama- sama untuk menguji adanya karbohidrat didalam sampel.jadi keduanya sama-sama sama baik digunakan dalam uji karbohidrat ini .

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM “ UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN”

LAPORAN AKHIR PEMBUATAN ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)