JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II PERCOBAAN 13 “ UJI LEMAK”
I. Judul : Uji Lemak
II. Hari/Tanggal : Kamis / 16 Desember 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini:
1. Dapat mengetahui beberapa sifat lemak
2. Dapat mengetahui reaksi penyabunan dari lemak maupun minyak
IV. Landasan Teori
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
Adapun Alat yang digunakan adalah sebagai berikut :
· Gelas beker
· Plat tetes
· Pipet tetes
· Gelas ukur
· Rak tabung reaksi
· Tabung reaksi
· Indikator universal
· Pipet ukur
· Voltex
· Pro pipet
5.2 Bahan
Adapun Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :
· Larutan CaCl2 1%
· Larutan CH3COOH
· Larutan sabun
· Larutan Mg2SO4 1%
· Larutan HCl pekat
· Larutan Pb Asetat 1%
· Larutan kimia 0,1N
· Larutan eter
· Minyak
· Aquades
· Indicator phenolphthalein (PP)
VI. PROSEDUR KERJA
6.1 Uji Pembentukan Garam
1. Dimasukkan kedalam gelas beker larutan sabun sebanyak 30 ml. Lalu dicek pH nya sampai pH=7. Jika belum 7 maka ditambahkan larutan CH3COOH hingga pH nya menjadi 7.
2. Dibagi larutan tersebut menjadi tiga tabung, tabung 1 berisi 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan CaCl2 1%, tabung 2 berisi 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan MgSO4 1% dan tabung 2 disii 5 ml larutan sabun lalu ditambahkan 7 tetes larutan Pb asetat 1%.
3. Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
6.2 Uji Hidrolisa Sabun
1. Dimasukkan kedalam tabung reaksi larutan sabun sebanyak 10 ml, lalu ditambah dengan 5 ml aquades.
2. Ditambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes pada tabung reaksi. Kemudian larutan di vortex sampai homogen.
3. Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
6.3 Uji Sifat Emulsi Lemak
1. Dimasukkan 2 ml aquades pada tabung reaksi 1 lalu ditambahkan 5 tetes minyak. Pada tabung reaksi 2, dimasukkan 2 ml aquades lalu ditambahkan 5 tetes minyak dan 2 ml larutan sabun. Setelah itu di vortex dan didiamkan.
2. Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
6.4 Uji Sifat Ketidakjenuhan Lemak
1. Dimasukkan kedalam tabung reaksi 2 ml minyak dan 5ml larutan eter. Lalu, divortex campuran dan ditambahkan KMnO4 0,1 N sebanyak 3 tetes.
2. Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
6.5 Uji Pembuatan Asam Minyak
1. Dimasukkan kedalam tabung reaksi 5 ml larutan sabun dan 3 ml larutan HCl pekat. Lalu, divortex dan didiamkan hingga terbentuk 2 lapisan.
2. Diamati perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
Permasalahan
1. Apa kegunaan asam sulfat pekat pada uji pembuatan asam minyak?
2. Mengapa perlu ditambahkan KMnO4 pada uji sifat ketidakjenuhan lemak?
3. Mengapa pada uji pembentukan garam yang dihasilkan harus pH 7?
Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 2. Fungsi penambahan KMnO4 adalah untuk oksidator yang memecah ikatan rangkap lemak (lemak tak jenuh) menjadi ikatan tunggal (asam lemak jenuh).
BalasHapusSaya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1 yaitu asam sulfat pekat berfungsi untuk memisahkan sabun dan membentuk asam lemak. Terima kasih
BalasHapusSaya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan menjawab permasalahan nomor 3. Karena pada pH 7 larutan bersifat netral sehingga dalam pembentukan garam nantinya akan lebih mudah dan tidak ada pengaruh keasaman dalam uji pembentukan garam tersebut karena pH yang digunakan telah dinetralkan.
BalasHapus