I. Judul : Uji Asam Amino dan Protein
II. Hari/Tanggal : Kamis / 16 Desember 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini:
1. Dapat mengetahui gugus asam dan amina pada asam amino dan protein.
2. Dapat mengenal uji kimia yang dapat membedakan antara asam amino dan protein
3. Dapat membandingkan sifat-sifat golongan primer alami (protein) dengan monomernya yaitu asam amino
4. Dapat mempelajari beberapa bahan makanan yang mengandung protein dan asam amino
5. Dapat menentukan reaksi koagulasi protein
6. Dapat menentukan reaksi protein dengan logam-logam berat
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
· Tabung reaksi
· Pipet
· Termometer
5.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
· Albumin 5%
· HCl pekat
· HNO3 pekat
· NaOH pekat
· HCl 10%
· NaOH 10%
· CuSO4 10%
· AgNO3 1%
· Albumin telur
· Asam glutamat
· Kasein/gelatin
· NaNO2 5%
· HCl 5%
VI. PROSEDUR KERJA
6.1 Koagulasai Protein
1. Sediakan 5 buah tabung reaksi, kemudian isi masing-masing tabung tersebut dengan 2 ml larutan albumin 5%.
2. Pada tabung 1 panaskan perlahan dengan api kecil. Catat suhu pada saat protein mulai berkoagulasi.
3. Pada tabung 2 tambahkan 4 ml etanol dan HCl pekat
4. Tabung 3 tambahkan beberapa tetes HCl pekat.
5. Pada tabung 4 tambahkan beberapa tetes HNO3 pekat.
6. Pada tabung 5 tambahkan beberapa tetes NaOH pekat
7. Amati dan catat perubahan yang terjadi pada setiap tabung dan bedakan hasilnya satu sama lain.
6.2 Pengendapan Protein dan Kation
1. Sediakan 5 buah tabung reaksi, kemudian masukkan 5 ml air pada tabung 1.
2. Pada tabung 2 diisi dengan larutan albumin 5%.
3. Pada tabung 3 diisi dengan 5 ml dan 4 tetes HCl 10%.
4. Pada tabung 4 diisi dengan 5 ml larutan albumin 10% dan 4 tetes HCl 10%.
5. Pada tabung 5 diisi dengan 5 ml air dan 4 tetes NaOH 10%.
6. Pada tabung 6 diisi dengan 5 ml albumin 10% dan 4 tetes NaOH 10%.
7. Ditambahkan 2 ml larutan CuSO4 10% kedalam setiap tabung.
8. Amati dan catat setiap perubahan yang terjadi pada setiap tabung.
6.3 Pengaruh Logam Berat pada Protein dan Larutan Asam Amino
1. Campurkan beberapa tetes larutan AgNO3 1% dengan 1 ml bagian dari albumin telur, gelatin, dan larutan asam glutamat pada tabung berbeda.
2. Catat dan amati perubahan yang terjadi.
6.4 Reaksi Warna Biuret untuk Protein
1. Masukkan 1 ml larutan albumin 5% kedalam tabung reaksi dan tambahkan 1 ml larutan NaOH 10%.
2. Tambahkan 1 tetes larutan CuSO4 1%.
3. Amati dan catat warna yang terbentuk
6.5 Reaksi Xanthoproteat dengan Protein
1. Masukkan sejumlah kecil serbuk kasein atau gelatin ke dalam tabung reaksi
2. Tambahkan 1 ml HNO3 pekat, kemudian panaskan perlahan
3. Amati perubahan warna yang terjadi.
Permasalahan
1. Apa kegunaan HNO3 pekat pada reaksi Xanthoproteat dengan protein?
2. Apakah sama kegunaan asam nitrat pekat yang digunakan pada reaksi Xanthoproteat dengan protein dengan koagulasi protein?
3. Mengapa pada koaguai protein dipanaskan dengan api kecil?
Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Asam nitrat disini digunakan sebagai reagen dalam uji xanthoprotein. Dimana, uji xanthoprotein membuktikan adanya asam amino torisin, triptofan, atau fenilalanin yang terdapat dalam protein. Jika protein yang mengandung cincin benzena (tirosin, triptofan, dan fenilalanin) ditambahkan asam nitrat pekat, maka akan terbentuk endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning sewaktu dipanaskan. Terimakasih.
BalasHapusSaya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3 yaitu pada koagulasi protein dipanaskan dengan api kecil bertujuan agar hasil yang
BalasHapusdiperoleh saat destruksi mendapatkan hasil yang efisien, karena apabila dari
awal proses destruksi menggunakan api yang besar maka HCl ni akan cepat habis sebelum proses destruksi
selesai. Terima kasih
Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan menjawab permasalahan nomor 2. Kegunaan asam nitrat pekat pada reaksi xanthoproteat dan koagulasi protein hampir sama hanya saja pada reaksi xanthoproteat yang diamati ialah perubahan warna yang terjadi pada sampel dimana nantinya sampel akan berubah warna menjadi kuning sedangkan pada koagulasi protein yang diamati lebih kepada pengendapan yang terjadi pada sampel.
BalasHapus