JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN 8

“ ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM STEROID DAN TERPENOID”











DISUSUN OLEH :

Jony Erwin Situmorang

(A1C118098)







DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL , M.Si









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020



PERCOBAAN 8



I. Judul               : Isolasi Senyawa Bahan Alam Steroid

II. Hari/Tanggal : Kamis / 26 November 2020

III. Tujuan         : Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini:

1. Dapat memahami dan menguasai teknik-teknik isolasi senyawa bahan alam steroid dan terpenoid

2. Dapat mengetahui sifat-sifat kimia steroid dan terpenoid melalui reaksi-reaksi spesifik.



IV. Landasan Teori

Steroid berperan penting bagi tubuh dalam menjaga keseimbangan garam, mengendalikan metabolisme dan meningkatkan fungsi organ seksual serta perbedaan fungsi biologis lainnya antara jenis kelamin. Tubuh manusia memproduksi steroid secara alami yang terlibat dalam berbagai proses metabolisme. Sebagai contoh steroid dari garam empedu, seperti garam deoksikolik, asam kholik dan glisin serta konjugat taurin yang berfungsi memperlancar proses pencernaan .Berdasarkan sumbernya steroid dibedakan atas steroid sisntetis dan alami. Steroid sintetis yang umum digunakan adalah glukokortikosteroid, estrogen, metilprednisolon, kortikosteroid, androgen, squalamine dan hydrocortisone. Senyawa ini juga digunakan untuk pengobatan penyakit akibat kelebihan atau kekurangan hormon, penyakit berbahaya serta penyakit lainnya seperti radang sendi dan alergi (Bhawani dkk., 2011).

Senyawa bahan alam terpenoid ialah senyawa kimia yang terdiri dari beberapa unit isoprene, dimana senyawa ini memiliki struktur siklik dengan mengandung satu atau lebih gugus fungsi. Terpenoid ini merupakan senyawa yang memiliki atom karbon dan hidrogen yang mana atom karbonnya berjumlah kelipatan lima. Penyelidikan menunjukan bahwa sebagian terpenoid memiliki kerangka dasar karbon yang dibangun oleh dua atom atau lebih unit C5 (isoprene). Dimana, kepala dari unit satu berkaitan dengan ekor pada unit yang lain (Tim Kimia Organik II, 2020).

Beberapa steroid penting adalah kolesterol dimana teroid hewan yang terdapat paling meluas dan dijumpai pada hampir semua jaringan hewan batu kandung kemih dan kuning telur merupakan sumber yang kaya akan senyawa ini kolesterol merupakan zat antara yang diperlukan dalam Biosintesis hormon steroid namun merupakan tak keharusan dalam makanan karena dapat disintesis dari asetil koenzim a kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dikaitkan dengan arteriosklerosis pengerasan pembuluh darah suatu keadaan dimana kolesterol dan lipit-lipit lain melapisi dinding dalam pembuluh darah suatu steroid yang berkaitan dengan kolesterol yaitu 7-dehydrocholesterol yang dijumpai dalam kulit diubah menjadi vitamin D bila disinari dengan cahaya UltraViolet (fessenden 1982).

Beberapa penelitian pada bagian pohon kayu Buta-buta didapatkan kandungan metabolit sekunder antara lain alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan terpenoid. Sejumlah senyawa terpenoid telah diisolasi dari bagian kulit batang, daun dan getahnya. Serangkaian diterpenoid, triterpenoid derivatif juga telah diisolasi dari beberapa bagian dari pohon E. agallocha yang telah terbukti bioaktif terhadap serangga dan parasit. Terpenoid dan steroid pada bagian akar tanaman ini telah diketahui melalui uji pendahuluan fitokimia Namun, isolasi terpenoid dari akar pohon ini belum dilakukan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan isolasi dan karakterisasi senyawa terpenoid dari akar pohon kayu Buta-buta dengan menggunakan spektrofotometri Fourier Transform-Infra Red (FT-IR) (Dwisari, 2016).



V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

- Tabung reaksi 20 buah 

- Erlenmeyer 250 ml 

- Gelas kimia 200 ml

- Lumpang

- Plat tetes

- Gelas ukur

- Pipet tetes

- Corong gelas

5.2 Bahan

- Pereaksi dragendor                 -Pereaksi Wagner

- Kloroform                              - Metanol

- NaOH padatan                       - Brusin

- Pereaksi Meyer                      - Shinoda

- Etanol                                     - Heksan

- Iodin                                       - KI



VI. Prosedur Kerja

1. Dimasukkan kedalam erlenmeyer 250 ml simplisia tumbuhan kering yang telah dirajang halus sebanyak 5 gram, kemudian ditambahkan etanol sebanyak 25 ml.

2. Dilakukan pemanasan menggunakan penangas air selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, disaring larutan tersebut dalam keadaan panas.

3. Diuapkan filtrate yang diperoleh menggunakan rotary evaporator/penangas air sehingga diperoleh ekstrak pekat etanol. Ekstrak tersebut kemudian ditriturasi dengan sedikit eter dan beberapa tetes eter ditempatkan dalam dua lubang plat tetes, lalu dibiarkang kering.

4. Ditambahkan anhidrida asam asetat sebanyak 2-3 tetes, lalu diaduk dan ditambahkan asam sulfat pekat, amati perubahan yang terjadi. Timbulnya warna merah/merah ungu yang tak stabil menandakan dikarenakan adanya triterpenoid, sedangkan warna hijau karena adanya steroid.

5. Dilakukan pengecekan reaksi dengan menambahkan asam sulfat pekat pada lobang plat tetes satu lagi, lalu amati warna yang terjadi. Apabila dihasilkan warna yang sama sangat boleh jadi tumbuhan tidak mengandung terpenoid tetapi senyawa lain yang bereaksi dengan asam sulfat pekat.



Permasalahan
1. Bagaimana kegunaan etanol dalam isolasi senyawa bahan alam steroid dan terpenoid tersebut?
2. Mengapa perlu ditambahkan eter dalam percobaan ini?
3. Apa kegunaan H2SO4 yang ditambahkan 2-3 tetes ini?


Komentar

  1. Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 1. Etanol disini berfungsi sebagai pelarut yang akan melarutkan simplisia tumbuhan.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Vika Seputri (A1C118086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 2 menurut saya Mengapa perlu ditambahkan eter dalam percobaan ini karena pelarut yang biasa digunakan dalam proses ekstraksi adalah eter. Maka dari itu lah perlu ditambahkan eter pada percobaan ini. Terimakasih 🙏🏻

    BalasHapus
  3. Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073 ingin mencoba menjawab permasalahan ke 3

    Fungsi anhidrat asetet pada percobaan ini adalah sebagai reagen

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM “ UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN”

LAPORAN AKHIR PEMBUATAN ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PRAKTIKUM “ UJI KARBOHIDRAT”