LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT

 VII. Data Pengamatan


NO

PERLAKUAN

PENGAMATAN

1.

Dihaluskan sukrosa (C12H22O11 ) sebanyak 10 gr menggunakan lumpang dan dimasukan kedalam Erlenmeyer 500 ml

Sukrosa menjadi halus

2.

Dimasukan 60 ml asam nitrat pekat  (HNO3) kedalam Erlenmeyer yang berisi sukrosa.

Lautan berwarna kuning.

3.

Campuran tersebut dipanaskan diatas penangas air hingga mendidih , sambil diaduk sesekali.

Larutan berubah warna menjadi coklat  dan timbulnya asap.

4.

Didiamkan beberapa saat sehingga terbentuk larutan asam oksalat.

Terdapat larutan asam oksalat berwarna kekuningan.

5.

Dilakukan proses penguapan menggunakan cawan penguap.

Didapatkan larutan asam oksalat berwarna putih

6.

Dilakukan penguapan menggunakan Hot plate.

Timbulnya asap dan adanya kristal  bening

7.

Disaring menggunakan vacum.

Didapatkan kristal asam oksalat berwarna bening.

 

VIII. Pembahasan

    Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadiot. Asam oksalat yang paling sederhana ini biasanya digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organic yang relative kuat 10.000 kali lebih kuat dari pada asam asetat. Asam oksalat dapat disiapkan di laboratorium dengan mengoksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat.

Pada percobaan ini, dilakukan proses pembuatan asam oksalat dengan menggunakan bahan dasar sukrosa. Dimana sukrosa ini nantinya akan direaksikan dengan asam nitrat untuk menghasilkan asam oksalat. Dari literatur video percobaan yang kami gunakan dapat dilihat bahwa pada tahap awal percobaan dihaluskan 10gr sukrosa (C12H22O11 ) yang kemudian sukrosa yang telah halus tersebut dimasukkan kedalam erlenmeyer berukuran 500 ml. Adapun fungsi dari penghalusan sukrosa ini ialah memperluas bidang dari sukrosa. Lalu pada tahap selanjutnya kedalam erlenmeyer yang berisi sukrosa tersebut dimasukan 60 ml asam nitrat pekat (HNO3). Setelah penambahan asam nitrat ini larutan yang didapatkan ialah larutan berwarna kuning. Kemudian erlenmeyer tersebut dipanaskan dalam penangas hingga mendidih dan erlenmeyer diaduk sesekali. Pemanasan ini berfungsi agar reaksi antara sukrosa dan asam nitrat dapat terjadi. Hal ini dapat dilihat pada timbulnya asap berwarna coklat dan warna larutan pun ikut berubah menjadi coklat. 

Kemudian setelah asap berhenti keluar erlenmeyer didiamkan sehingga terbentuk larutan asam oksalat. Dimana larutan asam oksalat yang didapatkan ialah berwarna kekuningan. Larutan ini kemudian diuapkan dengan menggunakan cawan uap hingga didapatkan larutan asam oksalat berwarna putih. Lalu larutan ini kemudian diuapkan kembali menggunakan hot plate, yang mana selama proses penguapan ini timbul asap dan terbentuk kristal bening. Kemudian larutan tersebut disaring menggunakan kertas saring sembari divakum. Setelah penyaringan selesai dilakukan maka didapatkanlah kristal asam oksalat berwarna bening. 

IX.         Kesimpulan

Dari percobaan ini dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :

1.      Asam oksalat dapat dibuat dengan menggunakan zat organik dalam hal ini sukrosa dengan melalui reaksi oksidasi.

2.      Pada percobaan ini yang berfungsi sebagai oksidator ialah asam nitrat, dimana asam nitrat ini yang akan mengoksidasi sukrosa untuk membentuk asam oksalat.

3.      Dalam keadaan murni asam oksalat berbentuk kristal berwarna bening, tak berbau dan memiliki titik leleh sebesar 101,5oC.

X.          Daftar Pustaka

Adrian, peyne.2000. Analisa Ekstraksi Tumbuhan Sebagai Sumber Bahan Obat. Pusat Penelitian. Universitas Andalas

Hermanto, Sandra.2008. Diktat Perkuliahan Biokimia. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah

Irma,2016. Analisa Ekstaksif Tumbuhan Sebagai Sumber Bahan Alam . Pusat Penelitian: Universitas             Negeri Andalas

Tim kimia organik.2020. Penuntun Praktikum Kimia OrganikII. Jambi: Universitas Jambi

 

Permasalahan

1. Apa tujuan penambahan HNO3 pada percobaan ini?

2. Perbedaan massa yang diperoleh baik secara teoritis maupun secara praktikum yang diperoleh disebabkan karena ketidaktelitian pada saat praktikum tersebut berlangsung. Sebutkan ketelitian seperti apa yang dimaksudkan?

3.Pada praktikum ini digunakan asam nitrat pekat sebagai oksidator. Selain HNO3, oksidator apa yang cocok untuk praktikum ini dan kenapa? 

Komentar

  1. Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan menjawab permasalahan nomor 1. Tujuan penambahan HNO3 dalam praktikum ini ialah sebagai oksidator yang akan mengoksidasi sukrosa untuk membentuk asam oksalat.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh ,saya adinda putri dengan Nim A1C118008 ,akan menjawab permasalahan no 2 ,dimana ada banyak beberapa faktor dalam perbedaan mendapatkan asam oksalat salah satunya adalah ketidakketelitian , ketidakketelitian disini adalah praktikan kurang cermat dalam menimbang zat atau pun memasukan larutan.
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Asam nitrat dapat diganti dengan reagen lain dilihat dari segi sifat yang sama dan mempunyai keefektifan yang hampir mirip dengan asam nitrat tersebut. Tetapi untuk menghasilkan hasil yang sempurna sebaiknya digunakan asam nitrat dan tidak diganti dengan oksidator lain.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM “ UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN”

LAPORAN AKHIR PEMBUATAN ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

LAPORAN PRAKTIKUM “ UJI KARBOHIDRAT”